Kontribusi

nana's picture

"Itu bukan tanggungjawabku" atau,
"Bukan aku yang seharusnya melakukan itu" atau,
"Kan ada dia, kenapa pula kamu harus bertanya padaku?"

Terasa atau tidak terasa, sengaja atau tidak sengaja, akhir-akhir ini aku cukup sering mengucapkan kalimat-kalimat semacam itu, ternyata. Aku bilang ternyata, karena aku tak benar-benar menyadarinya sebelum ini. Yah, sekalipun aku bisa membela diri dengan adanya maksud yang 'agak' baik dengan aku mengucapkan itu, tapi kalau direnungkan lagi, TERNYATA kalimat-kalimat semacam itu cukup menyakitkan.

"Waktu X memintaku di sini, job desk ku cuma satu itu saja," begitu seseorang berucap ketika ada permintaan padanya untuk menambah fungsi tertentu pada amanah yang dipegangnya.

Jengkel. Sebel. Anyel. Bener-bener anyel banget waktu aku mendengarnya. Tanpa aku menyadari bahwa kata-kata senada juga pernah aku ucapkan pada orang-orang lain.

Fiuhhh.. Dan akhirnya aku menyadari itu sekarang. Kejadian-kejadian itu berputar ulang dalam pikiranku.

Apakah kita menerima amanah karena X atau Y atau Z yang meminta?
Apakah kita mengerjakan sesuatu karena menurut seseorang itulah yang harus kita lakukan? Karena waktu itu tak sedang punya amanah lain?
Itu bukan alasan yang salah. Alasan-alasan itulah yang paling nyata, yang nampak, yang terasa, dan paling bisa dijelaskan. Tapi apa cukup sampai di situ saja?

Mungkin memang si X yang dulu meminta kita menempati amanah ini. Tapi dia belum tentu selalu menyertai kita. Bisa jadi dia pergi sebelum dia sempat mengutarakan seluruh harapannya pada kita. Mungkin memang hanya satu hal yang menjadi job desk kita pada awalnya. Tapi bersamaan dengan jalan ini berdinamika, semakin banyak pula hal yang mesti dikerjakan, yang mungkin tak seluruhnya terpikirkan ketika di awal kita berencana.

Menolong agama Alloh. Alangkah indahnya frase itu sebagai sebuah alasan. Maka ketika kita mengerjakan apapun, itu karena kita ingin berkontribusi dalam menolong agama Alloh. Maka ketika apa yang kita kerjakan harus bertambah di luar deskripsi kerja yang pernah kita terima, kita tak sibuk berkelit karena yakin kontribusi terbaiklah yang harus diberikan.

"Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Alloh jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." Begitu yang difirmankan Alloh dan dapat kita temukan dalam ashShoff ayat dua sampai tiga. Nah lo, dengan terpostnya tulisan ini, maka Nana kena batunya. :D

I am the only one, but I am still one.
I can't do everything, but still I can do something.
And because I can't do everything, I will not refuse to do something I can do.
-Hellen Keller

Trackback URL for this post:

http://inspiratif.org/trackback/94
0
Your rating: None

Comments

diez tya's picture

@nana: klo ibu nyuruh kita

@nana: klo ibu nyuruh kita nyapu, kita ga perlu tanya, sapunya mana? yang disapu apanya? sampe mana nyapunya? gitu kata guru saya.

nana's picture

dahsyat mbak analoginya.

dahsyat mbak analoginya. jitu! ;)

Post new comment

Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.