Blogs

muhammad ilham's picture

Hikmah Dari Pak Maulana (Dai Keliling JS)

Saya ya kalo enggak dakwah keliling ya dakwah lewat dunia maya (lewat facebook).. nanti pesan-pesan yang saya kirimkan di sebarkan saja ke teman-teman anda <Ahmad Tukiran>
milham's picture

OPEN REKRUTMEN BIMO

Redaksi
Produksi
Tim Desain
Reporter Web

Syarat Umum
- Mahasiswa/i UGM semua angkatan
- Muslim
- Tertarik pada media Islam
- Melampirkan CV + posisi yang diminati dan contact person
- Membuat essay singkat bertema ”Media Islam Ideal”

Syarat khusus:
Redaksi: Membuat essay min 2 halaman bertema ”Mahasiswa Prestatif”
Tim Desain: Membuat 1 contoh desain media menggunakan program Adobe Illustrator, Photoshop, atau Corel Draw
Produksi: Memiliki kemampuan lobbying dan mobile
Reporter web: Membuat 1 contoh liputan kegiatan kampus

Persyaratan dikirim paling lambat Rabu, 3 Maret 2010 ke: bimoplus@gmail.com dengan SUBJECT: OR (spasi) Nama (spasi) Fakultas (spasi) angkatan. Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan di www.inspiratif.org dan dihubungi oleh panitia.

Pertemuan perdana anggota BIMO: Sabtu, 6 Maret 2010. Waktu dan tempat menyusul.

CP:
Ikhwan 085292549725
Akhwat 085743605851

milham's picture

Jangan tertipu lewat ATM!

Kegaduhan pagi hari…
“Halo, saya Anton Wijaya, Staf Marketing  dari PT Excelcomindo di Jakarta. Saya menghubungi Saudara sehubungan dengan Program Sejuta Pelanggan XL. Tadi malam anda menonton ANTV jam 8 malam? Acara yang hostnya Eko Patrio? Nomor anda 1 diantara 10 nomor XL yang memenangkan program ini. Kami mengundi orang-orang dari 22 propinsi.”
Saya yang baru selesai mandi masih agak terperangah. Ada apa ini?
“Tadi malam Anda menonton acara televisi jam 8? Yang hostnya Eko Patrio.” Tanyanya lagi.
“Ah, maaf pak… Saya kebetulan tidak nonton tv tadi malam. Maksudnya apa ya?” saya masih mengira ini semacam survey atau gimana. Saya pernah mendapat survey dari kompas soalnya.
“Iya pak  begini, benar ini nomor telepon 08170746xxx?” Pak anton masih bicara

“Iya pak.” Jawabku (polos)
“nomor telepon anda merupakan nomor ketiga dari 10 nomor yang kami undi untuk memenangkan 10 juta rupiah dan bonus pulsa 500.000. Sama pak siapa saya bicara?” Pak Anton mencoba meyakinkan.
“Sama Muhammad Ilham. Ah, masa sih pak. Saya masih belum percaya.” Jawabku (polos)
“Masya Allah, bilang alhamdulillah donk… bersyukur gitu.. Buat apa saya nelpon anda pagi-pagi gini.” Pak Anton kembali mencoba meyakinkan.
“Saya masih belum percaya. Pengumumannya ada di internet gak pak? Biar bisa saya cek.” Saya menjawab dengan polosnya.
“Iya ada, nanti kita ada siaran ulang pengundian jam 11 siang. Di ANTV ya pak… Ini sekarang saya kirim pulsa 500.000nya. Bentar ya pak.” Pak Anton semakin meyakinkan.
 
SMS pulsa terisi palsu
Tiba-tiba ada sms masuk ke hapeku.

“Uda sampe pulsanya pak?” Pak Anton lagi-lagi bertanya.
“Bentar saya buka. SMSnya. “ jawabku (polos)
“Oh iya ada. Ini ada sms pemberitahuan pulsa masuk.” Jawabku. Isi sms masuk benar2 mirip seperti layaknya kita mengisi pulsa.
“Ok pak…. Begini. Semua percakapan kita sudah di rekam di server XL, jadi jangan di tutup teleponnya. Sekarang kami ingin tahu nomor rekening bapak. Karena kami ingin mentransfer uang 10 jutanya ke bapak. Boleh tau nomor rekening bapak?” Pak anton menanya lagi.
Dia melakukan hal ini supaya kita tidak bisa mengecek pulsa dari *123#. Makanya dia terus minta telepon kita tidak dimatikan.
Kusebutkan rekening bank riba mandiri yang selama ini gak pernah di isi. Saldo cuma 40 ribu. Dipake biasanya untuk bayar spp.
“Ok pak.. kira-kira atm terdekat jaraknya berapa dari tempat anda sekarang. Teleponnya jangan di tutup karena kami merekam semua pembicaraan. Mulai sekarang bapak jangan lagi banyak bicara. Segera ke ATM untuk mengecek saldo anda.” Pak Anton mencoba membimbing (menipu).
“ sekitar 10 menitlah pak. Kenapa gak di kirim aja pak. Nanti saya cek sendiri.” Jawabku (polos)
“ ya, prosedurnya sudah begitu pak. Nanti ketika sudah sampai di atm dan ngecek saldonya teriakkan  ‘Halo…Halo…Halo’ , supaya pemirsa di seluruh televisi bisa mendengar Anda.” Pak Anton menginstruksikan aku.

Kebetulan, di sampingku ada mas Prima.
“Mas, aku menang 10 juta. Di suruh kasi no rekening. Dari exelcomindo katanya.”  Hape aku tutupi supaya suaranya gak kedengaran.
“Yang benar. Trus di suruh ngapain? “ mas prima balik bertanya.
“Di suruh ngecek ke ATM.” Kataku.                                
“ Yakin gak penipuan? Ya uda pergi sana.” Mas prima balik bertanya.
“bisa jadi sih mas. Tapi ATMku itu gak ada isinya kok. Nothing to lose (padahal aku kehilangn waktu).” Jawabku.
“ya uda, kalo gitu ikutin aja. Sekalian tau modusnya.”Kata Mas Prima.
“temenin Mas.” Pintaku (polos). Mas prima mau tidak mau menemai adek kontrakannya ini.

“Kamu yakin itu bukan penipuan ham?” Di motor Mas prima mencoba mengatakan lagi.
“Iya sih mas.. apa kita ke kantor polisi aja? Yang di perempatan MM itu (kantor polisi yang aku gak tau tugasnya ngapain).” Jawabku.
“ye, masa ke kantor polisi. Masi kayak gini (menunjuk sarung yang masih dikenakannya). Tapi terserah kamu aja deh..” Jawab mas prima
“Hm.. y udah deh mas ke atm aja. Bank bri disitu.”Kutunjuk jalan monjali.
 
Kejadian di kantor ATM
Di atm dia benar-benar mencoba membuat Anda bingung. Seolah-olah anda tidak pernah menggunakan ATM sebelumnya. Dia memandu dari awal lalu bilang menu ini menu itu. Padahal memang gak adamenu itu . Akhirnya dia minta aku cek saldo dan minta aku nyebutin saldoku.
Dari sini aku yakin.. buat apa transfer tapi harus tau saldo si penerima? Ini penipuan.
“Trus, ada menu pembayaran atau transfer gak pak? “ kata Pak Anton.

“Oh iya mas.. ada ni uda di pencet. “ kataku sambil senyum-senyum
Dari luar box mas prima bilang “ ham, atmnya ada yang antri. Kasian.”
“Oh iya.. ini nomor pemenang bapak. Silahkan dimasukkan saja.” Kata Pak Anton. Lalu dia mendikte nomornya. Aku yakin itu nomor rekening.
Belum selesai dia mendikte, aku memotong.
“Oh, jadi gini cara bapak nipu orang? Supaya orangnya transfer ke bapak?” potongku sambil senyum-senyum.
“ Ya iyalah.. orang goblok ya ketipu. Hahaha..” Pak Anton itu ketawa.
“Uda dapat berapa puluh juta pak dari usaha kayak gini?” tanyaku
“ Wah uda banyak lah. Gak ke itung jumlahnya.” Pak Anton merasa menang.
“Jaringan pembobol ATM bapak juga?” tanyaku.

“ Ya itu anggota kami juga. Tapi uda ketangkap 5 orang di Malaysia.” Jawabnya tenang.
“ Oh gitu, bapak kapan ketangkap? Saya laporin polisi ya ini?” jawabku
“terserahlah. Mau laporin polisi, SBY pun saya gak takut hahaha… Beking saya kuat” Pak anton kembali ketawa..
Polisi apa uda gak ada menakutkannya kali ya dimata mereka? Atau cuma asal ngomong.
“Dari logat bapak, Bapak ini orang Sumatera atau Sulawesi Pak? “ tanyaku
“ Dari Sulawesi saya. Sekarang juga tinggal di Sulawesi.” Jawabnya.
“Trus tau nomor saya dari mana?” Tanyaku. Aku mengira dia dapat nomorku dari mana gitu…
“ Ya diacaklah.. kami kan punya mesinnya. Goblok banget sih…” jawabnya
“Ya udah deh pak… Nanti kapan2 kita silaturahim lagi.” Jawabku

“Ok…”
Tut… tut.. telepon di tutup.
Aku pun melaporkan ini ke polisi. Dan di kantor polisi itu, ada orang yang melapor bahwa dia ditipu lewat ATM…
 
 
Apakah ada hipnotis?
Hm.. dari modus penipu yang meneleponku tidak ada (atau mungkin dia coba menghipnotisku tapi tidak berhasil). Tapi dia memang memainkan sisi psikologis manusia dan logika-logika yang ada.
Pertama: euforia anda memenangkan 10 juta. Haha.. bagaimana anda ketika dikatakan menang 10 juta tanpa apa-apa? Kalo saya langsung memikirkan untuk apa uang segitu banyak.
Kedua: Ketika anda di telepon, anda tidak bisa mengecek pulsa masuk. Dan survey yang mengatakan kecerdasan berkurang karena SMS dan menelepon bisa jadi ada benarnya dalam kasus ini. Kalaupun tidak kecerdasan, minimal fokus Anda.

Ketiga: Dia mengatakan ini prosedurnya. Jadi saya harus mengikuti. Juga menghadirkan nama presenter yang ngetop dan juga siaran tivi yang meyakinkan (atau yang jarang ditonton?).
Keempat: Gaya bicaranya yang meyakinkan. Bahkan membawa-bawa nama tuhan.
Kelima: ,membuat anda bingung di ATM.. sehingga tanpa sengaja akan mengirim( transfer) uang ke rekeningnya.
Jadi waspadalah.. waspadalah. Saya hanya kasihan untuk orang-orang yang tidak terlalu mengerti teknologi. Akan sangat mudah tergiring untuk mentransfer ke rekening mereka.
Saya sarankan, bagi korban yang terkena. Segera lapor ke polisi dan langsung ke bank. Kalau perlu bawa polisinya dan minta surat keterangan ke polisi. Hal pertama yang harus dilakukan bank adalah memblokir (menonaktifkan) rekening yang menjadi tempat transfer.
Tapi sekali lagi saran saya tidak akan mudah karena sulitnya birokrasi di polisi dan Bank itu sendiri. Hah… berdoa saja. Yakin itu adalah ketetapan Allah SWT, semoga jadi amal baik anda di akhirat…

puch's picture

=Catatan Harian=…(part 3: Ghibah Berkedok Mutabaah)

16 Februari 2010
Liat buku agenda, hari ini ada jadwal kuliah spektro jam 15:00, silaturahim ke kos temen jam 09:30, ke dekanat bareng temen2 fakultas jam 13:00, and pagi mo ngapain ya? KRPH aja, temanya menarik kok ”Ghibah Berkedok Mutabaah”.

Bismillah....kuawali catatan hari ini dengan sebuah ayat: Lebih Lengkap »

16 Februari 2010
Liat buku agenda, hari ini ada jadwal kuliah spektro jam 15:00, silaturahim ke kos temen jam 09:30, ke dekanat bareng temen2 fakultas jam 13:00, and pagi mo ngapain ya? KRPH aja, temanya menarik kok ”Ghibah Berkedok Mutabaah”.

Bismillah....kuawali catatan hari ini dengan sebuah ayat:
”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al Hujurat: 12)

Ada 3 hal yang bisa kita ambil dari ayat tersebut yakni menjauhi prasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing orang lain (ghibah). Perkara ghibah, begitu dekatnya dengan aktivitas kita sehari-hari. Parahnya kadang kita tak menyadari bahwa apa yang kita lakukan sudah termasuk kategori ghibah.

Sesama muslim haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya. Bahkan kalau ada saudara kita yang dijelek-jelekkan orang lain, kita wajib membelanya.
”Wailullikulli humazatillumazah”, kecelakaan besarlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. Sungguh begitu dekatnya ghibah dengan mengumpat atau mencela. Ghibah itu engkau menyebutkan perihal saudaramu yang dia tidak suka. Apabila perihal yang kau sebutkan itu tidak ada padanya, maka perbuatan itu termasuk fitnah. Na’udzubillahi min dzalik.

Sebab-sebab seseorang melakukan ghibah di antaranya adalah ingin melenyapkan kemarahan atau kejengkelan, ingin mendapatkan eksistensi/kebanggaan diri dengan merendahkan orang lain, dikarenakan kedengkian yang bagaikan api memakan kayu bakar, bercanda dengan mengomentari hal-hal negatif pada orang lain, menghina orang lain, bahkan keinginan untuk menolong orang lain tapi menyebutkan kejelekan-kejelekannya terlebih dahulu.

Tuh kan, sesuatu yang sebenarnya bertujuan baik, ingin menolong orang lain, tapi didahului dengan menyebutkan aib atau kejelekannya sudah termasuk ghibah. Misalnya, kita bermaksud mengantarkan si A ke rumahnya. Namun, sebelumnya kita pinjam motor dulu ke si B. Sedikit berbasa-basi dengan si B, kita ceritakan bahwa kasihan si A tuh motornya rusak melulu karena motor keluaran 70-an, si A gak sanggup beli motor baru karena kondisi ekonomi dsb....dst...itu sudah termasuk ghibah.

Sebenarnya ada beberapa hal yang memperbolehkan ghibah, manakala:
1. ketika terjadi penganiayaan, untuk menyelamatkan orang yang teraniaya
2. dalam rangka ikhtiar agar suatu kemungkaran bisa diubah
3. meminta fatwa/keterangan hukum, seperti dikisahkan suatu ketika Hindun istri Abu Sufyan menggunjing suaminya yang pelit di hadapan Rasulullah. Hindun bertanya kepada Rasulullah, bolehkan jika dia mengambil uang suaminya diam-diam? Kemudian Rasulullah menjawab: ”Ambillah secukupnya untuk keperluan dirimu dan anak-anakmu.” Nah, tindakan demikian diperbolehkan karena bertujuan untuk meminta fatwa.
4. menasehati agar seseorang tidak berbuat jelek dengan memberikan contoh orang lain yang pernah melakukan perbuatan serupa kemudian mendapat musibah
5. untuk mengetahui keadaaan atau alamat seseorang dimana orang tersebut hanya dikenal dari sisi-sisi negatifnya saja
6. ghibah pada ahli kemaksiatan yang justru bangga dengan kemaksiatan yang dilakukannya
Demikianlah ghibah yang diperbolehkan, dengan catatan: SEPERLUNYA !!!

”Sesungguhnya diterimanya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.....” (hadist 1 Arbain An Nawawiyah). Niat merupakan pembeda antara yang haq dan yang bathil. Wallahu ’alam bisshawab.

panji_Arohman's picture

Menulis itu Menyenangkan

Teman, tahukah rasanya saat tulisan kita masuk koran, dibaca orang, dapet honor, apalagi sampai orang yang membaca tulisan kita itu tersadarkan? Hmm, rasanya itu sungguh luar biasa teman. Asli, you’ll never know ‘till you’ve tried.

Ambil contoh Akademia Kompas Jogja. Dulu sewaktu saya masih di Al Kobar bersama Abe, TJ, Muchlis, Arif dan beberapa rekan pertanian 2004, kita saling berlomba-lomba untuk nulis di kolom yang hadir tiap Jumat itu. Dan memang, pengalaman pertama sungguh mengesankan, Juni 2006, untuk pertama kalinya saya mengirim ke Kompas sana, “Prestasi di Tengah Badai” judulnya. Bersama saudara Arif kita saling berlomba untuk membuktikan eksistensi kita, hehehe.

Nah, tahukan apa hasilnya? Tulisan nan lebay itu tembus teman. Hohoho, senangnya kala itu. Kalau tidak salah saya mendapat Rp. 300.000 atas “Prestasi di Tengah Badai” itu. Yah, sekali lagi itu hanya efek samping teman. Masih ada tujuan yang lebih mulia dari sekedar honor. Hmm, teman-teman Forum Lingkar Pena (FLP) Jogja mengenalnya dengan “Menggapai Takwa dengan Tinta”. Yups, itulah tujuan utamanya.

Atau mungkin kalian pernah membaca “Ketika Mas Gagah Pergi” karya Helvy Tiana Rossa. Inilah cerpen fenomenal yang mengawali kebangkitan cerpen-cerpen Islam pada dasawarsa 90-an. Cerita sederhana yang begitu menggugah teman. Tidak tahu benar atau salah, cerpen ini ditulis Mba Helvy setelah tahajud, maka sungguh dahsyat bukan jadinya.

Menulis itu bercerita
Lain lagi dengan rekan-rekan di BIMO (Biro Media Opini) FORSALAMM (Forum Silaturahim Mahasiswa Muslim UGM) masa kepengurusan 2008/2009. Sebagian besar memiliki blog karena memang senang bercerita. Maka tak perlu heran kalau ada salah seorang rekan yang berpendapat seperti ini.

BIMO… BIMO…..
lagi seneng… jadi tulisan..
lagi sedih… jadi tulisan…
lagi mutung2an…. jadi tulisan…
baru ketemu.. jadi tulisan..
mau pisahan… apalagi, bisa jadi novel kayanya…
bagus bagus…. produktif!!!

Serius, menulis itu sungguh menyenangkan teman. Tak perlulah kaidah baku untuk sekedar berbagi hikmah. Bukankah hidup ini terlalu indah untuk tidak diceritakan. Saya yakin ada banyak hikmah yang bisa di-sharing-kan, tentunya dalam bingkai saling menasehati dalam kebajikan dan takwa. Maka tak perlu sampai expert dulu untuk sekedar bercerita lewat dunia kata ini. Mulailah dari beberapa huruf, beberapa kata, kalimat, hingga kemudian paragraf. Lalu dari beberapa paragraf itu, jadilah sebuah tulisan yang insyaallah kalau kita menulisnya dengan hati, tentu akan menjadi tulisan yang menginspirasi. Hmm, kalau di BIMO kita mengenalnya dengan “Inspirasi Menuju Generasi Rabbani”.

Well, kalau memang kita tidak suka menulis, yah mau bagaimana lagi yah? Saya juga bingung kalau kasusnya seperti itu. Tetapi satu hal yang pasti, kalau kita menulis tentang kebaikan, kemudian orang yang membacanya menjadi baik dan tersadarkan, kemudian mengamalkannya, maka kita akan mendapatkan pahalanya juga tanpa mengurangi pahala orang itu. Yah, rumus sederhananya hanya dua. Pertama, jadikan menulis itu mudah dan menyenangkan. Kedua, jika ternyata sulit dan menyebalkan, kembalilah ke rumus pertama, selesai deh 

Jakarta, 14 Februari 2010

supermancakep's picture

4 tipe ikhwan menurut nasyid yang sering didengarnya

4 tipe ikhwan menurut nasyid yang sering didengarnya hanyalah sebuah candaan belaka. tetapi candaan ini datang dari observasi sejumlah aktivis yang ane temui walau masih perlu dibktikan secara empiris. di tambah lagi, tidak mesti seorang ikhwan hanya memiliki 1 tipe, biasanya ada 2 tipe, namun yang menonjol adalah salah satu tipe saja. selain itu seorang ikhwan bisa berubah dari satu tipe ke tipe yang lainnya.

so jangan dijadikan referensi untuk kajian ya....

tipe-tipe itu adalah :

1. Tipe Shoutul Haroqah : tipe ini menandakan bahwa sang ikhwan punya semangat Haroki yang besar, tegas, dan selalu On Fire. motto nya , " bangkitlah negeriku... harapan itu masih ada". tipe seperti ini jika diberi amanah maka ia akan melaksanakan amanah itu dengan tuntas.... tas... tas. tipe-tipe seperti ini agak-agak kurang sensi dengan masalah ukhwah, apalagi hubungan ikhwan -akhwat. tipe seperti ini adalah tipe sering ikut aksi atau demo dan spreading. lebih dekat dengan masyarakat.
tipe seperti sangat bagus untuk menjadi Murobbi yang para binaannya anak-anak muda yang penuh semangat. biasanya keberhasilan kerja dakwah karena ada kader-kader seperti ini. yang benar-benar melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar.
tipe yang serupa dengan tipe Shoutul Harokah adalah tipe iziz, Ira, dan sebagainya.

2. tipe edcoustic : eits..."walau diriku bukanlah mereka... ku apa adanya". ini adalah tipe ikhwan yang bisa bergaul dengan siapa saja. gayanya gaul, penampilannya rapi. pede nya tinggi. tipe ini ketika diberi amanah dia akan bekerja dengan riang gembira tapi kadang bisa lebay... banget tergantung jenis amanah. oleh karena itu sering dikatakan ikhwan seperti ini moody.. angot-angotan semangatnya. kalau ikut demo atau aksi.... hmmm mungkin tidak sesering tipe shoutul harokah. tipe ikhwan seperti ini cocok menjadi murobbi bagi Mad'u yang baru mengenal tarbiyah. pendekatannya yang super mampu mengikat para mad'u untuk mengaji. dan banyak contoh-contoh fresh dan sesuai masa kini dalam kajian yang ia isi.
tipe yang serupa dengan tipe edcoustic adalah tipe : tashiru dan hmmm.... apalagi ya?

3. tipe seismic : wadaw.... tipe full melankolis. tipe ini adalah ikhwan-ikhwan yang sudah menikah dan sangat peduli pada keluarga atau ikhwan-ikhwan yang rindu menikah... tipe seperti ini sangat menyukai kajian-kajian seputar pernikahan dan keluarga. biasanya kurang aware dengan amanah yang diberikan kecuali amanah yang berhubungan dengan pernikahan. tapi bukan berarti mereka tidak produktif loh. mungkin untuk aksi atau spreading dia jarang ikut. tapi... ketika antum butuh informasi seputar hubungan ikhwan-akhwat, fiqih munakahat. dan sejenisnya, bertanya pada ikhwan tipe ini insya Allah dapat beliau jawab. tutur katanya halus dan lembut, sejuk deh...
tipe seperti ini kurang cocok jadi Murobbi kecuali jika Mad'u nya adalah orang-orang yang mau nikah.
tipe seismic serupa dengan tipe unic.

4. tiper Brother / Raihan : tipe ini udah jarang sekarang..... katanya udah agak kuno, jadi jarang ada ikhwan yang bertipe seperti ini sekarang. kalau anda bertemu ikhwan bertipe seperti ini, maka anda bertemu dengan ikhwan-ikhwan yang bijaksana, berpandangan kedepan, dan ilmu nya banyak. hal ini karena mereka mudah bergaul dalam masyarakat, baik tua dan muda. kemudahan bergaul itulah yang menyebabkan mereka mudah memahami kondisi masyarakat sekitar. ikhwan seperti ini tampak tenang pembawaannya. cocok menjadi murobbi bagi mad'u yang tarbiyahnya saat dewasa atau sudah bekerja. atau pemuda-pemuda yang bukan aktivis kampus, misalnya aktivis kampung.
tipe ini serupa dengan tipe saujana.

itulah empat tipe ikhwan berdasarkan nasyid kegemarannya. anda termasuk tipe yang mana?

diez tya's picture

Akhwat Nyebelin: Part 2

Masih inget ttg akhwat nyebelin yang pernah kuceritain? Ini lanjutannya.

Sebelumnya, saya mhon maaf jika ada komentar untuk tulisan pertama, "Akhwat nyebelin" yang kira-kira berbunyi:
"Ih, sok suci banget sih, ngata2in orang lain nyebelin. emang situ nggak nyebelin?!!"
respon saya: "saya siap jadi orang pertama yang membenarkan dan mengatakan bahwa saya akhwat nyebelin"

Akhwat nyebelin yang kuhadapi ada 3 tipe yang berbeda situasi dan kondisinya. Yang tipe satu, Alhamdulillah udah sadar. Bahwa dia lalai dan khilaf. Sadar dengan sendirinya, atas petunjuk dan kehendak Allah. Tanpa perlu bantuan saya. Memang beberapa waktu kami sempat menjaga jarak, berdiam-diaman dan mengurangi interaksi. Tapi Alhamdulillah sekarang kami udah mengubah sikap kami. Insya Allah kami saling mengikhlaskan. Semua atas kekuatan dan karunia Allah.

Yang tipe kedua, ternyata dia melakukan ‘hal itu’ karena kesadaran dari dirinya. Jadi, diingetin gimana, pun, dia akan bertahan pada pendapatnya bahwa dia lah yang benar. Karena dia melakukan itu secara sadar. Nggak mempan kalo diingetin pake dalil atau disuruh ikut kajian. Udah lewat. Lha wong ngaji di pondoknya aja udah hampir 3 tahun. Jadi, biarkan saja. Nanti kalo saatnya Allah berkehendak menjadikan dia jadi lebih baik, maka dia akan menjadi lebih baik. Insya Allah.

Nah, tipe ketiga ini yang agak repot. Karena dia bertingkah ‘menyebalkan’ selama ini, karena aku yang nyebelin. Karena dia sebel sama aku. Walaupun secara fisik, interaksi kami terlihat baik-baik saja. Masya Allah, terimakasih, Allah sudah memperingatkanku. Ini bener-bener menusuk ke hati. Astaghfirullah. Baiklah. Langkah selanjutnya: ngajak lunch/ breakfast together, trus minta jawaban jujur. “Apakah anti ada sebel sama saya, ukh?” Next question: “Afwan katsir, saya merasa bersalah sama anti. Tapi saya minta anti jujur kalo emang saya pernah menyakiti hati anti. Mungkin pernah ada sikap atau kata saya yang nggak berkenan di hati anti. Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya mohon diikhlaskan. Kita saling mengikhlaskan, ya.”

-NB: kalo mau menegur kesalahan akhwat, perlu diingetin dengan cara khusus. Kalo nggak, bisa-bisa dia bersikap menyebalkan, bahkan super menyebalkan. (Eit, saya juga akhwat, lho. Suka lebay, lagi). Beda dengan ikhwan. Mengingatkan ikhwan lebih mudah. Langsung ke masalah n to the point, nggak masalah. Asal tetap dalam etika menasihati. Tidak di hadapan umum, tidak merendahkan, tidak merasa diri paling benar, dan ikhlas bertujuan untuk mengingatkan kesalahannya, dan tetap mendoakan. Insya Allah, kalo Allah Berkehendak, kun fa yakun..

www.adistyapratiwi.wordpress.com

nana's picture

Kontribusi

"Itu bukan tanggungjawabku" atau,
"Bukan aku yang seharusnya melakukan itu" atau,
"Kan ada dia, kenapa pula kamu harus bertanya padaku?"

Terasa atau tidak terasa, sengaja atau tidak sengaja, akhir-akhir ini aku cukup sering mengucapkan kalimat-kalimat semacam itu, ternyata. Aku bilang ternyata, karena aku tak benar-benar menyadarinya sebelum ini. Yah, sekalipun aku bisa membela diri dengan adanya maksud yang 'agak' baik dengan aku mengucapkan itu, tapi kalau direnungkan lagi, TERNYATA kalimat-kalimat semacam itu cukup menyakitkan.

"Waktu X memintaku di sini, job desk ku cuma satu itu saja," begitu seseorang berucap ketika ada permintaan padanya untuk menambah fungsi tertentu pada amanah yang dipegangnya.

Jengkel. Sebel. Anyel. Bener-bener anyel banget waktu aku mendengarnya. Tanpa aku menyadari bahwa kata-kata senada juga pernah aku ucapkan pada orang-orang lain.

Fiuhhh.. Dan akhirnya aku menyadari itu sekarang. Kejadian-kejadian itu berputar ulang dalam pikiranku.

Apakah kita menerima amanah karena X atau Y atau Z yang meminta?
Apakah kita mengerjakan sesuatu karena menurut seseorang itulah yang harus kita lakukan? Karena waktu itu tak sedang punya amanah lain?
Itu bukan alasan yang salah. Alasan-alasan itulah yang paling nyata, yang nampak, yang terasa, dan paling bisa dijelaskan. Tapi apa cukup sampai di situ saja?

Mungkin memang si X yang dulu meminta kita menempati amanah ini. Tapi dia belum tentu selalu menyertai kita. Bisa jadi dia pergi sebelum dia sempat mengutarakan seluruh harapannya pada kita. Mungkin memang hanya satu hal yang menjadi job desk kita pada awalnya. Tapi bersamaan dengan jalan ini berdinamika, semakin banyak pula hal yang mesti dikerjakan, yang mungkin tak seluruhnya terpikirkan ketika di awal kita berencana.

Menolong agama Alloh. Alangkah indahnya frase itu sebagai sebuah alasan. Maka ketika kita mengerjakan apapun, itu karena kita ingin berkontribusi dalam menolong agama Alloh. Maka ketika apa yang kita kerjakan harus bertambah di luar deskripsi kerja yang pernah kita terima, kita tak sibuk berkelit karena yakin kontribusi terbaiklah yang harus diberikan.

"Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Alloh jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." Begitu yang difirmankan Alloh dan dapat kita temukan dalam ashShoff ayat dua sampai tiga. Nah lo, dengan terpostnya tulisan ini, maka Nana kena batunya. :D

I am the only one, but I am still one.
I can't do everything, but still I can do something.
And because I can't do everything, I will not refuse to do something I can do.
-Hellen Keller